Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi Dan BP3A Mediasi Kekerasan Terhadap Murid

by -360 x dilihat
Bagikan :

BORGOLNEWS.COMBEKASI/JABAR – Terkait adanya laporan orang tua ke KPAD Kab.Bekasi dan BP3A akhirnya Komisioner KPAD beserta BP3A kab.bekasi langsung menanggapi laporan tersebut.Sesuai dengan SOP yang dijalankan oleh BP3A Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak beserta KPAD Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat, mengundang orang tua korban yang terdiri dari 6orang tua korban beserta Kepala Sekolah SDN 02 Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 5 Nopember 2019 di Kantor Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat.

Ada pun undangan tersebut untuk menyelesaikan masalah kekerasan terhadap anak murid SD.Negeri 02 Desa Telajung Kec.cikarang barat Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat, anak korban yang diundang hanya cukup orang tua korban saja tidak ikut dengan anak korban berselang keesokan harinya mediasi pun berlangsung yang dihadiri dua orang tua korban(M.S dan O)serta dihadiri juga Kepala Sekolah H.Napsiah, S.p.d M.p.d dan oknum Guru bersinial (H.I) ada juga babinsa,kepala desa telajung,Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi(Suharjudin, S.p.d M.p.d) Kasie.BP3A (Hj. Bonyi), Satgas PPA Desa Telajung dan Dari kecamatan cikarang barat.

 

Pada Saat mediasi sesuai hasil media yang disampaikan Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi Bapak Suharjudin,S.p.d M.p.d agar orang tua mengeluarkan unek uneknya kepada KPAD dan orang tua pun mengeluarkan unek uneknya agar bisa didengarkan langsung oleh KPAD serta Kepala Sekolah dan yang lainya, sehingga akhirnya keluarlah sudah unek unek orang tua sampai mengeluarkan kata kata harus memperbaiki nama baik kami sebagai orang tua korban seperti paduan suara disoraki seperti maling, maaf pak bu kami bukan maling kami orang tua bukan orang tua yang bermasalah tapi kami orang tua yang selalu mematuhi prosedur yang ada kata salah satu orang tua (M.S) pada saat mediasi sehingga Kepala Sekolah pun meminta maaf yang sebesar besarnya atas nama Napsiah dan Sekolah tetapi kejadian tersebur emang saya tidak mengetahuinya seperti apa yang jelas lebih tahu adalah bersangkutan bersinial (H.I) wali murid Kelas 5a SDN 02 Desa Telajung, pada saat wawancara beberapa awak media dengan Kasie.

 

BP3A Kabupaten Bekasi Ibu Hj. Bonyi mengatakan “Kami hanya melindungi anak murid sampai ke Psikologinya kami tetap memantau keadaan anak sesuai Pasal No 35 Tahun 2014 akan kami awasi dan saya berharap kepada pendidik beserta kepala sekolah janganlah sampai ada seperti ini lagi kalau mendidik dan mengajar yaaa tidak perlu melakukan kekerasaan satu lagi saya harap rekan rekan yang agar memberitahukan kami jika ada seperti ini dan kalau bisa marilah kita selesaikan dengan secara baik tidak perlu membawa ke ranah Hukum” tegas Kasie BP3A Hj. Bonyi.

 

Kekerasan terhadap anak murid disekolah sangatlah sensitif apa pun itu jika ada masalah anak cobalah memanggil orang tua dulu dan diskusikan dengan Guru wali murid beserta kepala sekolah bukan berlarut larut hingga akhirnya orang tua sampai kecewa kepada Kepala Sekolah Negeri 02 Desa Telajung yang dikatakan sekolah tersebut adalah sekolah Favorit tapi justru salah bukan Favorit menurut salah satu orang tua(O) diluar kelihatan indah besar tapi belum tentu didalamnya baik terbukti ada oknum wali muris kelas 5a berisinial(H.I) telah mengakui kesalahan didepan forum mediasi tersebut.Komisioner KPAD Kab.Bekasi Suharjudin.Spd.Mpd mengatakan pada saat wawancara beberapa awak media, kami beserta jajaran sangat berterima kasih kepada kepala desa telajung yang sudah mempasilitasi untuk mediasi antara orang tua korban beserta kepala sekolah dasar negeri 02 Telajung.

 

“kami akan membuat mediasi berikutnya minggu depan yang dihadiri oleh anak murid yang sebagai korban untuk dimintai keterangan karena mediasi pertama ini hanya sebagai ramah tamah agar orang tua mengeluarkan unek uneknya kepada kami tetapi itu bukanlah jawaban yang jelas kami dari KPAD Kabupaten Bekasi akan mengundang kembali untuk mediasi selanjutnya di SDN  02 Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, “intinya kami akan selalu mengawasi sampai tuntas permasalahan ini bila perlu kita lakukan lakukan psikologinya karena kita ada dokter khusus untuk menangani psikologi anak,jika ada salah satu orang tua S yang ingin menempuh jalur hukum silahkan saja kami dari KPAD siap mendukung karena itu hak orang tua korban”paparnya dengan menjelaskan Suharjudin S.p.d M.p.d komisioner KPAD Kabupaten Bekasi.

 

Tidak selesai juga masalah ini dimediasikan pada saat ini akan dilanjutkan minggu depan mediasi kedua tepatnya di SDN 02 Desa Telajung KecamatanCikarang Barat, akan ada semua jawaban nantinya yaitu akan dihadirikan orang tua korban beserta anaknya, bimaspol, babinsa, KPAD, BP3A beserta satgas PPA kecamatan dan Desa telajung.(Suwandi/Eman)

 

 

Editor, Suriani Siboro

Print Friendly, PDF & Email